Batalkan utang baru di APBN-P 2007

3 08 2007

JAKARTA: Koalisi Anti Utang mendesak Dewan Perwakilan Rakyat untuk tidak menyetujui penambahan utang yang diajukan pemerintah dalam APBN-P 2007 dan lebih memprioritaskan penghapusan komitmen utang yang belum dicairkan.

Koordinator Pusat Koalisi Anti Utang Kusfiardi meminta DPR segera mengaudit utang lama yang masuk dalam utang haram (odious debt) sehingga dapat digunakan untuk mendapat penghapusan utang.

“Hal ini seyogianya perlu dilakukan karena beban pembayaran utang luar negeri selama ini telah menggadaikan kesejahteraan rakyat,” katanya dalam siaran pers yang diterima Bisnis kemarin.

Dia beranggapan penambahan utang sebesar Rp2,8 triliun dalam APBN-P 2007 dan program privatisasi BUMN untuk menutup defisit anggaran selaras dengan Washington Consensus yang dipakai oleh kreditor internasional.

“Pinjaman program yang awalnya direncanakan Rp16,3 triliun pada APBN 2007, membengkak menjadi Rp19,1 triliun, yang akan didapat dari ADB dan Bank Dunia,” tuturnya di Jakarta kemarin. Menurut dia, dari total komitmen utang luar negeri pemerintah sebesar US$365 miliar, yang dapat dicairkan sampai akhir Juni 2005 hanya US$162 miliar. Kondisi tersebut menambah beban pemerintah dengan pembayaran commitment fee sebesar US$24 miliar hingga 2005.

Belum Cair

“[Pembayaran] Ini tetap harus dilakukan meskipun total komitmen utang itu sebagian besar belum dicairkan. Penambahan uang baru ini jelas bukan solusi tepat.”

Sebaliknya, alokasi untuk membayar commitment fee dapat digunakan untuk menutup defisit APBN-P 2007. Kusfiardi menyatakan penambahan utang baru berupa utang program juga membuat pemerintah tidak mampu merumuskan kebijakan secara independen dan pro rakyat, karena acuan kebijakan telah dirumuskan oleh kreditor. “Utang program baik berupa multilateral maupun bilateral selalu disertai policy matrix yang mesti dipenuhi pemerintah untuk mencairkan utang,” katanya.

Selain itu, utang dari lembaga multilateral memiliki persyaratan untuk disbursment seperti no objection letter (NOL) yang ditentukan berdasarkan kepentingan kreditor. Hal ini, menunjukkan bahwa dalam transaksi utang luar negeri, pemerintah hanya sebagai bawahan kreditor internasional.

Dia menambahkan pengelolaan utang oleh pemerintah saat ini jauh dari harapan dan hal ini terlihat dari ketidakmampuan pemerintah dalam menurunkan outstanding utang luar negeri. Jumlah outstanding utang luar negeri terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2004 sebesar US$5,23 miliar, sedangkan pada 2006 meningkat menjadi US$13,87 miliar. Dengan kondisi demikian, katanya, maka setiap tahun bunga utang akan akan terus meningkat.

Oleh: Diena Lestari

Bisnis Indonesia, 3 Agustus 2007


Aksi

Information

One response

29 11 2007
dhenov

Hebatnya Indonesia,
Dalam rangka pencerdasan kehidupan rakyat dan pembangunan infrastruktur termasuk pengentasan kemiskinan, Pemerintah membangun komitmen baru untuk berhutang.
Program2 unggulan Pemerintah pada hari ini, (Seperti PNPM, dll) dibangun berdasarkan hutang dari World Bank.
Di tingkat kinerja, dapat dilihat kemampuan Pemerintah untuk melakukan Penyerapan Anggaran setiap akhir tahun. Komitmen yang dibangun oleh Menkeu pada TA. 2006 untuk tidak membuat DIPA Luncuran adalah strategi yang jitu. Kebijakan tersebut merupakan cerminan, bahwa tingkat kinerja Pemerintah dalam Penyerapan Anggaran yang bersumber dari dana utangan cukup rendah.
Sekarang coba dilihat dan diamati bersama-sama:
1. Apakah Kebijakan TA 2006 tetap berlaku untuk TA 2007?
2. Bagaimana perilaku aparatur Pemerintah (Yang Anggarannya bersumber dari hutang) dalam menyikapi penyerapan akhir TA 2007 ini.
Selamat berobservasi !!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: