Rencana Menambah Utang Diprotes

1 08 2007

JAKARTA — Koalisi Anti-Utang memprotes rencana pemerintah menambah utang baru. Protes itu disampaikan Koalisi dengan berdemonstrasi di Departemen Keuangan kemarin.

“Penambahan utang baru jelas sangat merugikan. Itu bertolak belakang dengan janji pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap utang luar negeri,” kata koordinator aksi Koalisi, Dani Setiawan.

Menurut dia, pinjaman program yang semula direncanakan Rp 16,3 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2007 meningkat menjadi Rp 19,1 triliun pada nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2007. Rencananya, tambahan utang itu akan diperoleh pemerintah dari Bank Pembangunan Asia dan Bank Dunia.

Tambahan utang baru itu, Dani melanjutkan, bukanlah solusi yang tepat dan tidak bisa dibiarkan terjadi karena selama ini pencairan utang oleh pemerintah masih sangat rendah. “Yang sudah ada komitmennya saja tidak dicairkan, kok, mau menambah utang lagi. Itu kan tidak benar,” katanya. AGUS SUPRIYANTO

Koran Tempo, 01 Agustus 2007