Tim Ekonomi Tak Tersentuh, Rakyat Tetap Merana

7 05 2007

JAKARTA (Suara Karya): Jika jajaran menteri strategis di tim ekonomi sampai tak tersentuh dalam perombakan kabinet, itu semakin menguatkan dugaan bahwa reshuffle kali ini sarat intervensi lembaga atau negara asing. Akibatnya, jelas, reshuffle menjadi kurang membawa manfaat karena kehidupan rakyat banyak tetap saja merana.

Ekonom Iman Sugema terus-terang mengaku tidak habis pikir bahwa dalam reshuffle kali ini tim ekonomi sampai tak tersentuh. Padahal selama ini tuntutan reshuffle mencuat karena kinerja tim ekonomi mengecewakan. Mereka gagal mengatasi kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan ekonomi.

“Menteri-menteri di tim ekonomi saat ini cenderung proasing sebagaimana tercermin dalam kebijakan-kebijakan mereka. Karena tim ekonomi ini tak terkena reshuffle, maka perombakan kabinet ini kurang membawa manfaat bagi kehidupan rakyat banyak,” ujar Iman di Jakarta, kemarin.

Penilaian senada juga diutarakan Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno, ekonom Faisal Basri, dan Koordinator Koalisi Anti Utang (KAU) Kusfiardi secara terpisah, mengomentari rencana reshuffle kabinet yang disebut-sebut diumumkan Presiden Yudhoyono pada Senin ini. Hingga semalam, berbagai keterangan menyebutkan bahwa reshuffle kabinet sedikit sekali menyentuh tim ekonomi. Kecuali Menneg BUMN, pos-pos lain di tim ekonomi kabinet santer diberitakan tetap dalam formasi seperti selama ini.

Menurut Iman, perombakan kabinet jelas tidak bermanfaat jika sejumlah menteri di tim ekonomi tidak diganti. Dia telak-telak menunjuk Menko Perekonomian sebagai salah satu pos yang layak dirombak karena sudah terbukti gagal mengkoordinasi dan menyinergikan menteri-menteri tim ekonomi.

“Presiden akan kena batunya. Kepercayaan rakyat terhadap dia akan bertambah luntur. Mulai saat ini, Presiden kehilangan modal politik gara-gara tidak mengganti tim ekonomi dan terlalu mendengar saran-saran pihak asing,” kata Iman. Menurut Iman, tim ekonomi yang dimotori Boediono dan Sri Mulyani sama sekali tidak memperhatikan masalah yang dihadapi sebagian besar rakyat, khususnya kalangan bawah, yakni kemiskinan dan pengangguran. Iman menunjuk masih terpuruknya kinerja sektor riil yang seharusnya banyak menyerap tenaga kerja.

Di tempat terpisah, Benny Soetrisno mengatakan, perombakan kabinet tidak akan bermanfaat jika sejumlah menteri di tim ekonomi tidak turut diganti. Dia menekankan, tim ekonomi gagal berperan akibat Menko Perekonomian tak mampu berfungsi sebagaimana mestinya, terutama menyinergikan menteri-menteri di bawahnya.
“Itu tak harus terjadi kalau saja Menko Perekonomian mampu menyinergikan dan menyinkronkan kebijakan antarmenteri dalam rangka mencapai target peningkatan kinerja perekonomian,” tutur Benny.

Di lain pihak, Faisal Basri mengatakan, tim ekonomi belum mampu mengatasi pengangguran dan kemiskinan. Kinerja ekspor yang meningkat serta stabilitas ekonomi makro dan sektor keuangan hingga saat ini juga tidak mampu menyentuh kehidupan rakyat. Menurut Faisal, sektor riil yang diharapkan dapat mengentaskan kedua masalah itu sejauh ini justru tidak berjalan optimal akibat lemahnya dukungan menteri-menteri di tim ekonomi. “Seharusnya dirombak. Bukan pantas lagi, tapi wajib. Sinergi diantara menteri-menteri ekonomi tidak bagus,” tuturnya.

Sementara itu, Kusfiardi mengemukakan, tim ekonomi di kabinet harus diganti total karena kebijakan-kebijakan mereka tidak prorakyat. Aneka kebijakan menteri-menteri ekonomi, katanya, tidak mampu membantu perbaikan kehidupan rakyat miskin di daerah-daerah, mengurangi pengangguran, dan menggerakkan dunia usaha. “Kebijakan ekonomi sangat liberal yang diusung menteri-menteri tim ekonomi hanya menyengsarakan rakyat di tingkat bawah. Jadi kalau reshuffle kali ini tidak menyentuh tim ekonomi, itu jelas menunjukkan intervensi lembaga atau negara asing yang selama ini kental berada di balik menteri-menteri ekonomi,” kata Kusfiardi. (Andrian/Indra)

Suara Karya, 07 Mei 2007


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: