Isu penggantian Menneg BUMN picu pro-kontra

3 05 2007

JAKARTA: Isu penggantian Menneg BUMN Sugiharto terkait agenda reshuffle terbatas Kabinet Indonesia Bersatupada Mei ini telah memicu pro-kontra di kalangan DPR. Sebagian fraksi, seperti dikatakan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Syarif Hasan, mengusulkan agar Sugiharto dicopot dari jabatannya karena kinerjanya dinilai tidak optimal. “Hampir seluruh fraksi memberikan masukan bahwa Menneg BUMN Sugiharto adalah salah satu menteri yang harus diganti,” ujarnya kepada Bisnis di Jakarta, kemarin. Syarif tidak menjelaskan lebih lanjut siapa lagi menteri yang diusulkan dicopot. Dia hanya menyatakan kriteria menteri yang harus dicopot mengerucut pada dua masalah, yakni kesehatan dan kinerja yang buruk. Kesepakatan itu, kata Syarif, diambil dalam pertemuan informal lintas fraksi di satu hotel di Jakarta kemarin. Unsur fraksi yang terlibat a.l. FKB, FPG, FPDIP, FPD, FPAN, FBPD, dan FPBR.

Pertemuan di Hotel Ritz Carlton itu kabarnya diprakarsai oleh anggota DPD yang juga Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud, yang dikenal sebagai adik ipar Wapres Jusuf Kalla. Tapi dia membantah kabar tersebut dan menyatakan tidak ikut-ikutan mengusulkan pencopotan Sugiharto. Anggota DPR dari FPG Nusron Wahid dan Zulkifliemansyah dari FPKS mengingatkan Presiden SBY untuk menempatkan orang yang tepat di kantor Menneg BUMN-bukan sekadar mengganti-sehingga tidak mengulang kesalahan masa lalu ketika BUMN sering menjadi sapi perahan. Zulkifliemansyah memandang sangat pas jika Presiden SBY tetap menempatkan Sugiharto untuk memimpin Kementerian BUMN.

Dia menilai selama ini Sugiharto cukup independen dan keberadaannya di kabinet sangat dibutuhkan karena mampu bertindak sebagai buldozer SBY yang tidak mempan digoyang DPR. Sapi perahan Menurut dia, kalau posisi tersebut digantikan orang-orang parpol atau titipan partai politik, maka BUMN yang mulai membaik akan kembali menjadi sapi perahan. ”Perlu saya ingatkan, Sugiharto itu bukan kader PKS. Kalau dia punya kedekatan dengan beberapa kader PKS, itu benar, kami akui. Saya kira Presiden harus hati-hati dalam menentukan bos BUMN. Ingat, menjelang pemilu banyak parpol yang ngiler jabatan,” katanya.

Di tempat terpisah, Nusron Wahid mengatakan kalau Menneg BUMN mau diganti harus jelas ukuran tentang keberhasilan dari yang bersangkutan. Harus juga dipikirkan, ujarnya, mengenai calon penggantinya, apakah memiliki track record yang lebih baik dari Sugiharto. Daniel Tandjung, penasihat Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali, mengatakan PPP tidak pernah mencabut dukungan terhadap Sugiharto sebagai Menneg BUMN. Menneg BUMN Sugiharto disebut-sebut akan diganti oleh Sofyan Djalil (kini Menkominfo), Sekretaris Menneg BUMN Said Didu, atau salah satu deputi Menneg BUMN, Muhayat.

Sementara itu, mantan Ketua MPR Amien Rais mengatakan seharusnya SBY mengganti menteri yang masuk dalam beberapa kriteria, yaitu pelanggar hukum terkait dugaan pencucian uang, penggadai bangsa untuk kepentingan asing seperti pada kasus kontrak pertambangan dan UU Penanaman Modal, serta kinerja yang biasa-biasa saja. “Dan yang sakit pasti harus diganti.” Koordinator Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Agusdin Pulungan menegaskan pihaknya tidak percaya lagi terhadap komitmen Presiden SBY yang prorakyat. “Namun, kita perlu menghargai upaya Presiden memperbaiki kegagalan-kegagalannya selama ini,” katanya dalam dialog pers bertema reshuffle di Jakarta, kemarin.

Koordinator Koalisi Anti-Utang (KAU) Kusfiardi menilai reshuffle jangan jadi bagian dari proyek konsolidasi politik saja. Komitmen Presiden untuk mewujudkan kemandirian perekonomian bangsa sebenarnya sudah disampaikan ketika mengakhiri kerja sama dengan Dana Moneter Internasional (IMF) dan membubarkan Consultative Group on Indonesia (CGI). Untuk itu, tuturnya, Presiden perlu melakukan perubahan kebijakan mendasar di bidang perekonomian. “Para menteri bidang ekonomi sekarang adalah penganut neoliberalisme fundamentalis yang menjalankan gagasan pertumbuhan ekonomi dengan mengandalkan utang luar negeri untuk menambal defisit dan ketergantungan pada investor asing,” katanya. Karena itu, katanya, perombakan kabinet harus menyentuh tim ekonomi, yang terdiri dari Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian, termasuk Menteri Energi Sumber Daya Mineral. (Sutan Eries Adlin/Endot Brilliantono)

Bisnis Indonesia, 03 Mei 2007


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: