Dirjen WTO Senasib Bos IMF

19 02 2007

Detikfinance Jakarta – Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organisation (WTO) Pascal Lamy tampaknya bakal senasib dengan Direktur Pelaksana IMF Rodrigo de Rato. Belum juga datang, Pascal Lamy sudah menuai penolakan. Berdasarkan informasi yang dihimpun detikFinance , Senin (19/2/2007), Lamy dijadwalkan datang ke Indonesia pada Selasa, 20 Februari 2007 pukul 10.00 WIB.

Lamy dijadwalkan akan berada di Indonesia selama dua hari yakni 20-21 Februari, dan kabarnya akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menko Perekonomian Boediono dan Mendag Mari Pangestu. Kedatangan Lamy tampaknya akan disambut oleh ribuan demonstrasi menolak WTO. Sekitar seribu orang petani akan ikut ‘menyambut’ kedatangan pria berkepala plontos ini. “Ini juga berkaitan dengan kebijakan impor beras. WTO itu kan selalu menyerukan liberalisasi dan merugikan petani,” cetus Mohammed Ichwan dari Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI) ketika dihubungi via telepon.

Penolak kedatangan Lamy diserukan oleh Gerakan Rakyat Lawan Neokolonialisme-Imperialisme yang berisi sejumlah LSM seperti Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI), Aliansi Buruh Menggugat (ABM), Koalisi Anti Utang (KAU), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Walhi Jakarta, Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI), Lingkar Studi-Aksi untuk Demokrasi Indonesia (LS-ADI), Komite Mahasiswa Anti Imperialisme (KMAI), Kesatuan Aksi Mahasiswa LAKSI 31 (KAM LAKSI 31), Institute for Global Justice (IGJ), Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI). “WTO adalah alat penjajahan, yang pasti tidak akan memperhitungkan kepentingan rakyat banyak seperti petani kecil, buruh, dan kaum miskin kota,” cetus LSM Gerak Lawan. “Kami menilai WTO telah membahayakan kehidupan rakyat kecil di dunia, baik petani, buruh, nelayan, miskin kota, pelajar dan mahasiswa.

Untuk itu, WTO harus keluar dari kehidupan rakyat, terutama pertanian,” demikian pernyataan Gerak Lawan. “Tolak Kedatangan Pascal Lamy. Tolak Upaya Menghidupkan Kembali WTO, Bangun Dunia Tanpa WTO!” demikian seruan dari LSM pembela hak petani itu. Nasib serupa pernah dialami Rato. Belum juga bos IMF itu menongolkan batang hidungnya di Indonesia, aksi demo penolakan sudah marak. Agenda dibalik kedatangan Rato dicurigai habis. Dan akhirnya, Rato pulang ke kantor pusat IMF dengan membawa oleh-oleh pahit, yakni dibubarkannya CGI. (qom/ir)

 

Detikcom, 19 Februari 2007


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: