RI Sudah Bisa Mandiri Sejak Lama

29 01 2007

JAKARTA (Suara Karya): Kadin Indonesia menilai, secara keuangan Indonesia sudah dapat mandiri sehingga forum Consultative Group on Indonesia (CGI) memang tak diperlukan lagi. “Kalau mau jujur, sesungguhnya kita sudah lama bisa mandiri. Karena itu, pembubaran CGI merupakan langkah tepat,” kata Wakil Ketua Umum bidang Industri, Teknologi, dan Kelautan Rachmat Gobel, di Jakarta, kemarin. Menurut Rachmat, kemandirian itu bukan hanya menyangkut keuangan, tapi juga soal pemenuhan barang-barang kebutuhan untuk dalam negeri.

“Memang, yang namanya utang harus dibayar pokok dan bunganya. Kita bertahun-tahun dimanjakan dengan utang sehingga sulit mandiri,” tutur Rachmat. Sementara itu, Koalisi Anti Utang (KAU) meminta pemerintah tidak menambah utang baru setelah lepas dari jerat CGI agar Indonesia tidak kembali terpuruk.

“Pernyataan Presiden untuk membubarkan CGI, mengurangi beban utang, dan menjadikan Indonesia lebih mandiri dalam melaksanakan pembangunan seharusnya tidak ditindaklanjuti Menteri Keuangan dengan mengajukan utang kepada lembaga donor lain,” kata Koordinator Nasional KAU, Kusfiardi, terkait pernyataan Menkeu bahwa pemerintah akan melakukan pembicaraan utang luar negeri dengan negara kreditor secara bilateral (G to G), bukan lagi melalui forum CGI. “Pernyataan itu (Menkeu) justru akan menjerumuskan Indonesia ke dalam jebakan utang yang lebih berat.

Jadi intinya pemerintah harus mengupayakan pengurangan utang,” kata Kusfiardi. Pemerintah Indonesia, ujarnya pula, juga tidak bisa penuh mengandalkan diri pada Surat Utang Negara (SUN) untuk membiayai defisit anggaran. “SUN masa jatuh temponya pendek dan suku bunganya tinggi sehingga membebani anggaran negara,” ujarnya. Sementara itu, Bank Pembangunan Asia (ADB) akan lebih mengutamakan bantuan keuangan berupa pinjaman atau hibah dengan isu-isu pembangunan.

Misalnya pengentasan kemiskinan dan pembangunan lingkungan hidup. Siaran pers ADB menyebutkan, Indonesia yang telah masuk kelompok negara berpenghasilan menengah (middle income countries) ingin menggunakan konsultasi yang lebih bersifat “forum mitra pembangunan”. ADB juga menganggap jalur komunikasi selama ini, baik melalui forum CGI maupun pertemuan dalam skala lebih kecil, dengan fokus yang lebih spesifik, sangat membantu proses saling berbagi informasi dan pengetahuan.

Di sisi lain ADB memuji pemerintah yang telah mengelola pinjaman secara baik dengan fokus pada tingkatan, waktu, biaya pinjaman, dan waktu jatuh tempo, serta memperbaiki efektivitas bantuan. Sebelumnya Menko Perekonomian Boediono mengatakan, pemerintah akan mengirimkan pemberitahuan tertulis (resmi) mengenai pengakhiran Forum CGI, khususnya kepada bekas negara atau lembaga yang menjadi anggota koordinasi kreditor kepada Indonesia itu.

“Sebenarnya, begitu kita umumkan, keputusan itu sudah mulai efektif. Tetapi secara formal nanti kita akan memberitahukan secara tertulis kepada mereka,” kata Boediono. Menurut dia, dalam kesempatan awal pemerintah sudah memberikan penjelasan kepada tiga anggota CGI, yaitu Bank Pembangunan Asia (ADB), Bank Dunia, dan Pemerintah Jepang, melalui duta besarnya di Jakarta.

“Saya sudah ketemu tidak saja dengan ADB dan Jepang, tapi juga dengan Bank Dunia. Semua menyatakan tidak keberatan, bahkan mereka memberikan apresiasi,” ujar Boediono. Untuk itu, pemerintah berharap anggota-anggota CGI lain juga tidak keberatan dengan keputusan pemerintah Indonesia. Dan setelah pengakhiran forum CGI itu hubungan RI dengan anggota-anggota CGI tetap berjalan lancar.

Boediono menjelaskan, keputusan pengakhiran forum CGI tahun ini bukan merupakan keputusan yang diambil secara tergesa-gesa, tapi sudah disiapkan sejak beberapa tahun lalu. “Dalam pertemuan CGI tahun lalu (2006), kita sudah memberi sinyal bahwa bentuk atau forum seperti ini sudah tidak cocok lagi sehingga harus diakhiri. Kita akan memberikan penjelasan kepada para anggota forum-forum tertentu. Jadi tidak ada masalah,” katanya.

Suara Karya, 29 Januari 2007


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: