Pembubaran CGI,Pemerintah Hindari Utang Baru

25 01 2007

 

JAKARTA-Pemerintah menghindari pengajuan utang luar negeri baru ke negara-negara donor yang bergabung dalam Consultative Group on Indonesia (CGI). Sedangkan utang yang selama ini sudah diterima dari kreditor akan diselesaikan secara bilateral. Kebijakan tersebut ditempuh seiring dengan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membubarkan forum multilateral CGI, dan beralih ke penyelesaian utang secara bila- teral.

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Paskah Suzetta kepada Pembaruan, di Jakarta, Kamis (25/1), mengatakan, pembubaran forum itu sebagai salah satu strategi pemerintah untuk mengoptimalkan sumber-sumber penerimaan dalam negeri, seperti yang tercermin dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran.

Selain itu, lanjutnya, untuk memenuhi ketentuan UU tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), yang menyebutkan rasio utang tinggal 31,8 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB). Tahun 2005, rasio utang mencapai 54,5 persen dari PDB, lalu turun jadi 43 persen pada 2006, dan tahun ini diturunkan di bawah 40 persen. “Untuk pembiayaan defisit APBN 2007 dari pinjaman CGI akan kita evaluasi kembali dan dibicarakan secara bilateral jika masih dibutuhkan,” jelasnya. Sebagai konsekuensi pembubaran CGI, utang luar negeri US$ 67 miliar akan diselesaikan secara bilateral.

Paskah menambahkan, pembiayaan anggaran ke depan akan memanfaatkan dana-dana rupiah yang ditempatkan oleh bank-bank di Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dana-dana bergulir yang pernah disalurkan pemerintah melalui bank, serta pe-nerbitan Surat Utang Negara (SUN). Menanggapi hal itu, Executive Chairman Majalah GlobeAsia Rizal Ramli memuji langkah Presiden Yudhoyono, yang dinilai sebagai tonggak baru kebijakan ekonomi yang lebih mandiri.

“Pengalaman membuktikan CGI dan organisasi donor sebelumnya, yakni IGGI, lebih banyak bertindak sebagai kartel dan mendikte negara-negara yang mendapat pinjaman,” katanya saat ditemui di sela-sela peluncuran Majalah GlobeAsia. Rizal yang pernah menjabat sebagai Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan di era pemerintahan Abdurrahman Wahid mengatakan, ada beberapa negara anggota CGI selama ini yang memberikan pinjaman dalam jumlah kecil, yakni US$ 100 juta, tetapi permintaannya
macam-macam. Bahkan, ada yang mewajibkan Indonesia membeli barang dari mereka jauh lebih mahal dibanding jika dibeli ke pasar di negara-negara produsen lainnya.

Senada dengan itu, penerbit GlobeAsia Tanri Abeng berpendapat, keputusan membubarkan forum CGI sangat tepat karena fundamental ekonomi makro sudah
menunjukkan saatnya untuk mandiri, tanpa bergantung lagi pada utang. Selain itu, fondasi dalam negosiasi bilateral sudah dibangun sehingga forum multilateral, seperti CGI yang merupakan produk Orde Baru yang sudah selayaknya diubah. “Secara psikologis pun sangat positif di mata para investor, karena pembubaran CGI menandakan kita lebih mandiri,” kata Tanri yang juga mantan Menteri Negara Pembinaan BUMN di era Presiden BJ Habibie.

Menguntungkan Indonesia

Secara terpisah, ekonom dari lembaga kajian Econit, Hendri Saparini menilai, Indonesia bisa lebih optimal menyelesaikan utang tanpa forum CGI. Sebab, dengan cara bilateral akan memunculkan berbagai opsi penyelesaian pinjaman luar negeri yang menguntungkan Indonesia. Menurut dia, rencana Presiden itu diharapkan menjadi langkah awal kebijakan ekonomi Indonesia yang lebih mandiri. Pasalnya, CGI dinilai tidak menguntungkan Indonesia, apalagi posisi tawar Indonesia lemah bila penyelesaian utang lewat forum itu.

Selain itu, sambungnya, lembaga pengganti Intergovernmental Group on Indonesia (IGGI) itu juga dinilai lebih sebagai forum untuk bagi-bagi utang baru kepada Indonesia, dibandingkan forum tawar-menawar untuk menyelesaikan beban utang. Sebelumnya, seusai menerima Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Rodrigo Rato, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/1), Presiden Yudhoyono
menyatakan, Indonesia tidak lagi memerlukan CGI.

SUARA PEMBARUAN, 25 Januari 2007


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: