Pembubaran CGI Segera Direalisasikan

25 01 2007

Jakarta (ANTARA News) – Pengamat ekonomi Revrisond Baswir menilai keputusan pemerintah membubarkan Consultative Group on Indonesia (CGI) mulai 2007 harus segera direalisasikan, karena keberadaannya lebih merugikan Indonesia.

“Usulan membubarkan lembaga itu sudah lama. Jadi sudah tepat CGI itu diberangus,” kata Revrisond, di Jakarta, Kamis. Ia menjelaskan dari semua sisi baik itu politik internasional maupun ekonomi, pembubaran CGI mutlak dilakukan, karena tidak ada nilai tambah bagi jalannya sistem ekonomi Indonesia.

“Selama ini keberadaan CGI justru dimanfaatkan oleh pejabat pemerintahan untuk menjalin hubungan bersifat pribadi, bukan untuk kepentingan nasional,” ujarnya. Hal itu katanya, terbukti di masa pemerintahan sebelumnya, (Abdurrahman Wahid, Megawati–red), tidak semua menteri khususnya di bidang ekonomi setuju pembubaran. Akibatnya, desakan agar Indonesia tidak memiliki lagi forum CGI berkali-kali dimentahkan oleh menteri, termasuk pengamat ekonomi yang akhirnya menduduki kursi kabinet saat ini maupun di pemerintahan masa lalu.

“Ketika itu ada menteri yang justru mencari dukungan politik dari luar negeri (forum CGI) dengan cara memberi laporan dan masukan soal adanya pihak-pihak yang berseberangan dengan CGI,” tutur Revrisond, yang juga guru besar Universitas Gajah Mada. Ia mengutarakan setali tiga uang, bahwa pihak internasional seperti pemodal, tentu memanfaatkan kondisi itu untuk menempatkan orang-orang yang sepaham di kabinet.

Forum CGI didirikan pada 1992 terdiri atas sekitar 30 kreditor bilateral dan multilateral di antaranya Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), Dana Moneter Internasional (IMF), dan pemerintah negara industri, antara lain Jepang, Amerika Serikat, dan Inggris. Namun, disebutkan Revrisond, keberanian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membubarkan CGI harus diikuti dengan keberanian yang cerdas menteri-menteri ekonomi di kabinet untuk lebih menyatukan persepsi.

“Artinya, dengan suara bulat, Indonesia bisa memperdalam hubungan bilateral yang sudah ada dengan sejumlah negara di Asia, seperti, Jepang dan China, termasuk dengan Timur Tengah,” ujarnya.

 
ANTARA 25 Januari 2007


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: