Siaran Pers Koalisi Anti Utang (KAU) Menolak Kedatangan Rodrigo Rato

24 01 2007

Mewaspadai Intervensi dibalik Kunjungan IMF

Jakarta, 22 Januari 2007, Direktur Pelaksana IMF Rodrigo Rato mengadakan kunjungan selama dua hari di Indonesia pada 23-24 Januari 2007. Kunjungan ini patut diwaspadai sebagai upaya untuk mengamankan agenda mereka di Indonesia. Rodrigo Rato akan memanfaatkan Indonesia untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi oleh IMF. Upaya tersebut merupakan bentuk intervensi lain yang dilakukan IMF terhadap Indonesia setelah Letter of Intent (LoI) dan Post Program Monitoring (PPM). Inervensi ini hanya akan melanggengkan buruknya kualitas sosial dan perekonomian rakyat Indonesia. Sekaligus menutup jalan untuk mengoreksi kebijakan yang lahir dari adanya intervensi IMF khususnya kebijakan fiskal dan moneter.

Seharusnya pemerintah memanfaatkan kunjungan IMF untuk menghapuskaan utang Indonesia dan segala produk kebijakan yang lahir dari hasil intervensi melali LOI dan PPM. Kemudian diikuti dengan tindakan meninjau ulang keanggotaan Indonesia di IMF dan bahkan mulai memikirkan upaya untuk membubarkan lembaga ini. Bukan malah sebaliknya, membiarkan Indonesia dimanfaatkan oleh IMF untuk menyelesaikan permasalahan yang tengah dihadapinya.

Masalah yang dihadapi oleh IMF adalah memburuknya potensi pendapatan akibat percepatan pelunasan utang yang telah dilakukan beberapa Negara seperti Indonesia, Serbia dan Uruguay. Kemudian ditambah lagi dengan proyeksi IMF yang sudah memprediksikan kerugian operasional sebesar US$87,5 juta dan US$280 juta pada 2009. Selain itu, IMF juga akan mencatat defisit sebesar SDR70 juta (US$105 juta) ditahun fiskal 2007 yang akan berakhir pada 30 April 2007. Defisit tersebut telah melebar dari proyeksi awal, yakni SDR 60 juta (US$90 juta).

Solusi yang akan digunakan untuk menyelamatkan IMF dari kerugian tersebut adalah tingginya tingkat suku bunga global. Tingginya tingkat suku bunga dapat mengkompensasi berkurangnya penerimaan karena menurunnya credit outstanding. Sekaligus mendorong kenaikan pendapatan melebihi dari yang diperkirakan di rekening investasi baru.

Skenario IMF untuk mempertahankan tingginya tingkat suku bunga global adalah dengan memastikan bahwa agenda liberalisasi di sektor keuangan bisa tetap berjalan. Indikatornya adalah tetap memberlakukan kebijakan rezim devisa bebas dan nilai tukar bebas mengambang. Kemudian menggunakan tingkat suku bunga sebagai instrumen kebijakan untuk mengendalikan nilai tukar. Skenario kebijakan seperti ini memudahkan IMF untuk mengambil keuntungan dari Indonesia.

Sebagaimana kita ketahui, selain menyalurkan dananya melalui pinjaman, IMF juga memutarkan dananya di pasar uang dan pasar modal di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dengan demikian maka IMF dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap mata uang utama dunia. Pengaruh IMF tersebut akan disesuaikan dengan kepentingannya mengambil keuntungan dari tingkat suku bunga yang berlaku. Keuntungan tersebut juga akan dinikmati oleh pebisnis di sector keuangan seperti pasar uang, pasar modal dan perbankan. Termasuk kelompok perbankan penerima obligasi rekap yang sebagian besar sudah dikuasai asing.Dengan demikian kunjungan IMF selama dua hari di Indonesia dengan kelompok strategis diharapkan bisa memberikan legitimasi bagi agenda-agenda yang menjadi skenario mereka.

Dampak Skenario IMF untuk Indonesia
Kondisi yang dikehendaki oleh IMF justru akan mematikan peran intermediary yang melekat pada institusi keuangan termasuk perbankan. Kemudian akan mematikan potensi sektor riil domestik. Karena pada saat tingkat suku bunga tinggi maka dana masyarakat, khususnya perbankan, sulit mengalir ke sektor riil dan menggerakkan dunia usaha. Disisi yang lain keuangan negara akan semakin terbebani oleh situasi yang tercipta oleh tingginya tingkat suku bunga tersebut.

Keuangan negara justru semakin terbebani karena harus menanggung bukan saja bunga obligasi rekap tetapi juga pembayaran bunga surat berhargaseperti Seritifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Utang Negara (SUN) dan Obligasi Republik Indonesia (ORI). Padahal pembayaran utang luar negeri (cicilan pokok dan bunganya) saja sudah sangat membebani alokasi belanja pemerintah dalam APBN.

Kondisi ini terlihat dari besarnya net negatif transfer yang menghisap dana domestik. Kemudian juga terlihat dari rasio beban utang terhadap penerimaan dalam negeri yang mencapai tiga puluh persen dari penerimaan dalam negeri dan rasio pembayaran utang terhadap penerimaan pajak domestik sudah mencapai kisaran lima puluh persen. Kondisi ini akan membuat pemerintah tidak dapat mengalokasikan belanja negara untuk pemenuhan hak konstitusi rakyat.

Dalam amanat konstitusi UUD 1945 hak-hak konstitusi rakyat tersebut terdiri dari pemenuhan hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan (Pasal 27 ayat 2), pengembangan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasar (Pasal 28C, ayat 1), mendapat pendidikan (Pasal 31, ayat 1 dan 2), hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan (Pasal 28H, ayat 1), jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat (Pasal 28H, ayat 3), pemeliharaan fakir miskin dan anak-anak terlantar oleh negara (Pasal 34, ayat 1) dan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak (Pasal 34, ayat 3).

Dengan demikian maka kunjungan IMF ke Indonesia hanya akan melanggengkan buruknya kualitas sosial dan perekonomian rakyat Indonesia. Sekaligus menutup jalan untuk mengoreksi kebijakan yang lahir dari adanya intervensi IMF khususnya kebijakan fiskal dan moneter.


Aksi

Information

One response

17 08 2008
Salam

Saya ingin sekali membantu gerakan-gerakan seperti ini yang sifatnya memberikan pencerahan dan pengetahuan bagi khalayak ramai agar lebih mengerti permasalahan yang dialami bangsa ini.

Ada baiknya juga kalo dibuatkan satu forum yang bisa memiliki keanggotaan dari umum sehingga setiap partisipan bisa memberikan kontribusi buah pikiran dan ide-idenya. Kalo blog seperti ini kan kurang interaktif dan relatif sedikit partisipannya sehingga komunikasinya hanya satu arah saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: