Menkeu: IMF tak relevan lagi

24 01 2007

JAKARTA: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan berbagai macam produk yang biasa ditawarkan Dana Moneter Internasional (IMF) kepada negara berkembang untuk menjaga stabilitas perekonomian regional maupun global sudah tidak terlalu relevan bagi Indonesia.

Menkeu mengatakan pemerintah juga sudah melakukan swap neraca pembayaran bilateral dengan jumlah besar, baik dengan China, Jepang, maupun Asean melalui Inisiatif Chiang Mai. “Peran IMF jadi jauh kurang relevan pada hari-hari ini,” ujarnya di Jakarta, kemarin. Menkeu menekankan yang relevan bagi Indonesia saat ini adalah bagaimana IMF bisa lebih berperan menyelesaikan ketidakseimbangan global akibat distorsi perekonomian yang ditimbulkan negara maju seperti Amerika Serikat dan China. “Kita akan katakan, IMF harus beri pandangan, kritik, juga advise kepada AS, Eropa dan Jepang, tiga negara yang banyak persoalan strukturalnya, secara sama kerasnya ketika IMF menasihati negara berkembang, sehingga IMF dinilai konsisten,” sambungnya.

IMF, lanjut Menkeu, juga harus lebih kredibel dalam memberikan kritik dan sarannya kepada negara-negara super power itu, supaya tidak dianggap menerapkan standar ganda. “Kalau ke negara lebih ringan [lemah] mereka keras, tapi ke negara super power tidak.” Menkeu mengatakan itu menanggapi kedatangan Managing Director IMF Rodrigo de Rato ke Jakarta, pekan ini. Menurut Sri Mulyani, kunjungan itu pengawasan biasa, sehubungan posisi Indonesia sebagai anggota biasa di IMF.

Kedatangan pertama pejabat IMF ke Indonesia pascapelunasan utang itu pun kemarin disambut demonstrasi sejumlah organisasi nonpemerintah (ornop). Beberapa ornop lain memilih cara lain seperti melakukan konferensi pers. Koalisi Anti Utang (KAU) pimpinan Kusfiardi misalnya, bersama sejumlah elemen lain menggelar aksi damai penolakan IMF di depan bank sentral. Sementara itu, Infid dan beberapa ornop lain menggelar konferensi pers penolakan IMF di sekretariatnya. Para aktivis berpandangan sudah tidak ada lagi legitimasi bagi IMF untuk memaksakan kehendaknya di Indonesia.

Mereka juga mengingatkan agar pemerintah tidak melakukan upaya coba-coba membuat utang baru kepada IMF. De Rato kemarin membatalkan kunjungan ke Depkeu. Tapi tadi malam, dia dijadwalkan menghadiri satu jamuan makan dengan sejumlah pejabat tinggi a.l. Menkeu dan Menko Perekonomian. Hari ini, dia dijadwalkan diterima di istana. Menko Perekonomian Boediono menegaskan pemerintah tidak akan mengajukan utang baru kepada IMF. Pemerintah juga tak akan mau lagi didikte oleh lembaga internasional itu.

Bisnis Indonesia, 24 Januari 2007


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: