Pengunjukrasa Tolak Kedatangan Direktur Pelaksana IMF

23 01 2007

Jakarta (ANTARA News) – Belasan orang yang tergabung dalam Koalisi Anti Utang (KAU) menggelar unjukrasa di luar kantor perwakilan Dana Moneter Internasional (IMF) di kompleks Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Selasa, berkenaan dengan kedatangan Direktur Pelaksana IMF, Rodrigo de Rato, ke Indonesia. Unjukrasa berawal di sekitar bunderan patung kuda.

Pengunjuk rasa membawa poster-poster yang bertuliskan “Build a new world without IMF”, “lawan penjajahan gaya baru neoliberalisme”, “IMF Out”, dan poster lain yang intinya menolak kedatangan pria asal Spanyol itu dan upaya intervensi IMF atas Indonesia. “Kedatangan de Rato bermotif politik yang akan berdampak pada ekonomi Indonesia di bawah kendali IMF,” kata Juru Bicara aksi KAU, Kusfiardi. Dalam aksinya, KAU sempat menggelar poster di jalur bus Transjakarta selama beberapa menit, namun aksi ini akhirnya dihentikan aparat kepolisian karena menghalangi bus Transjakarta yang akan melintas dan menyebabkan kepadatan arus kendaraan di sekitar BI. Aksi kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju kantor perwakilan IMF di kompleks Gedung BI. Di luar pagar yang terkunci rapat, puluhan aparat kepolisian bersiaga.

Sementara peserta unjukrasa tidak bergeming dari tempatnya berorasi kendati sempat di guyur hujan. Ardi mengungkapkan IMF dengan kondisi masalah keuangan yang saat ini dihadapi, akan mengambil kebijakan yang cenderung menguntungkan lembaga itu sendiri. Pemerintah, lanjutnya, seharusnya menolak kedatangan IMF dan menolak upaya campur tangannya di Indonesia. Sementara itu, terkait pernyataan Menko Perekonomian Boediono bahwa pemerintah tidak akan didikte IMF, Ardi menilai hal itu sekedar ucapan tak berdasar. “Menteri mungkin mengatakan tidak mau di dikte IMF, tetapi bagaimana kalau Presiden SBY yang didikte IMF,” katanya.

Sebelumnya Menko Perekonomian Boediono mengatakan pihaknya akan mendengar semua masukan yang diberikan IMF, namun pemerintah tetap akan bersikap independen dalam pengambilan keputusan. “Pokoknya kebijakan kita sekarang kita tentukan sendiri. Jadi jangan khawatir kalau ada dikte-dikte. Tidak ada. Yang mendikte adalah presiden,” kata Boediono. Menko juga menegaskan dalam pertemuan dengan IMF Selasa malam nanti, pihaknya hanya akan melakukan tukar pikiran mengenai perkembangan dunia, perkembangan ekonomi Indonesia, serta kebijakan-kebijakan baru IMF bagi anggotanya. Dia menegaskan kembali bahwa Indonesia memang saat ini adalah anggota biasa IMF, tapi tidak ada lagi ikatan-ikatan yang mengharuskan Indonesia melakukan seperti yang diinginkan IMF.

Ditanya tentang kemungkinan pembahasan mengenai pinjaman baru, Boediono dengan mantap mengatakan tidak ada agenda tersebut. Aksi KAU akan berlanjut pada Rabu siang (24/1) dengan unjukrasa di di depan Istana Negara. “Kita akan lanjutkan aksi di depan Istana Negara, sebab presiden akan bertemu Rato besok (Rabu, 24/1),” kata Ardy.

ANTARA, 23 Januari 2007


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: