Koalisi Anti Utang Tolak Kedatangan IMF

22 01 2007

WASPADA Online Sekitar 100 orang dari Koalisi Anti Utang (KAU) berencana memprotes kedatangan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Rodrigo Rato dengan melakukan unjuk rasa di depan gedung Bank Indonesia pada Selasa, (23/1).

Koordinator Nasional KAU, Kusfiardi di Jakarta, Senin, mengatakan kedatangan Rato merupakan upaya intervensi dan memanfaatkan Indonesia untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi IMF. “Mereka (IMF-red.) berpotensi rugi dan baru bisa selesai kalau negara berkembang menjalankan agendanya,” katanya. Karena itu, lanjutnya, KAU menolak kedatangan Rato ke Indonesia yang menurut rencana juga akan melakukan pertemuan tertutup dengan kalangan pengusaha dan akademisi. “Saya pikir kedatangan dia ke Indonesia untuk membangun skenario kontrol baru atas Indonesia dengan menggandeng kalangan pengusaha dan para akademisi,” ujarnya.

Unjuk rasa tersebut, lanjutnya, akan melibatkan sejumlah organisasi di antaranya dari Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI), Aliansi Buruh Menggugat, Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Himpunan Mahasiswa Islam (MPO), dan Front Perjuangan Pemuda Indonesia. Ardi mengungkapkan pemerintah seharusnya memanfaatkan kunjungan IMF untuk menghapuskan utang Indonesia dan segala produk kebijakan yang lahir dari hasil intervensi melalui “Letter of Intent” dan “Post Program Monitoring”. “Bukan malah sebaliknya, membiarkan Indonesia dimanfaatkan oleh IMF untuk menyelesaikan permasalahan yang tengah dihadapinya,” kata Ardi.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Boediono mengatakan kedatangan Rodrigo hanya sekedar mampir dalam rangka kunjungannya ke sejumlah negara-negara di kawasan Asia. Menko menyebut tidak ada agenda khusus yang akan dibicarakan dalam kunjungan tersebut dan pemerintah tidak menyiapkan agenda apa-apa. “Nanti kita terima sebagai tamu yang kita dengarkan apa pandangannya dan kita ceritakan apa yang kita lakukan setelah kita tidak di bawah pengawasan IMF,” katanya. Menurut dia, jika mereka (IMF) memberikan rekomendasi untuk perekonomian Indonesia maka pemerintah akan mempelajari rekomendasi itu. “Kalau ada rekomendasi, ya kita dengar dengan baik,” kata Boediono.

Seperti diketahui IMF kini sedang menghadapi masalah terkait memburuknya potensi pendapatan akibat percepatan pelunasan utang yang telah dilakukan beberapa negara seperti Indonesia, Serbia dan Uruguay. Hal itu ditambah lagi dengan proyeksi IMF yang sudah memprediksikan kerugian operasional sebesar 87,5 juta dolar AS dan 280 juta dolar AS pada 2009. Selain itu, IMF juga akan mencatat defisit sebesar 105 juta dolar AS ditahun fiskal 2007 yang akan berakhir pada 30 April 2007. Defisit tersebut telah melebar dari proyeksi awal, yakni 90 juta dolar AS. Kedatangan Rordigo Rato ke Asia belakangan dikaitkan dengan kondisi yang terjadi pada lembaga tersebut dan mengundang reaksi keras salah satunya dari KAU. (ant) (wns)

Waspada, 22 Januari 2007


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: