Investor Hengkang Karena Kurang Gula

14 12 2006

Rakyat Merdeka Kamis, 14 Desember 2006

RENCANA hengkangnya perusahaan farmasi asal Jepang Otsuka dinilai sebagai lemahnya pemberian fasilitas bagi investor asing menanamkan modalnya ke Indonesia. Alhasil, investasi di Indonesia kurang kompetitif dibanding negara lain. “Selama ini banyak pengusaha mengeluh karena lemahnya birokrasi, konflik buruh, kepastian usaha dan lainnya. Kalau nggak ada gula, semutnya kan nggak datang, malah minggat,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR Lili Asjudiredja. Untuk membenahi investasi itu, kata Lili, DPR bersama pemerintah masih menggarap UU Penanaman Modal yang sudah sampai di tingkat Panja. Diharapkan pada Januari 2007 sudah selesai dan diserahkan ke paripurna DPR.

Lili mengungkapkan negara lain seperti Cina, India, Vietnam sudah semakin menarik buat investasi asing karena berbagai fasilitas yang diberikan. Sementara di Indonesia untuk mengurus perijinan saja memakan waktu 398 hari melewati berbagai instansi pemerintah.
“Ini yang akan disederhanakan menjadi 30 hari dengan cukup satu pintu birokrasi saja.
Artinya, BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) diperkuat, wewenang instansi lain dilimpahkan ke BKPM. Jadi cukup hanya BKPM yang melayani investor asing,” kata Lili.

Sementara UU Penanaman Modal yang kini masih digodok DPR dituding hanya melayani kepentingan modal asing. “Karenanya kami mendesak pemerintah dan DPR untuk menghentikan dan membatalkan perumusan RUU Penanaman Modal karena berpotensi melanggar konstitusi dan menambah kemiskinan rakyat,” tegas Koordinator Koalisi Anti Utang Kusfiardi dalam siaran persnya yang diterima Rakyat Merdeka kemarin.

Kusfiardi mengatakan, RUU PM yang tengah dibahas di DPR tidak memiliki urgensi bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Dia mencatat beberapa hal yang perlu dicermati dalam pembahasan RUU Penanaman Modal adalah pertama, paradigma berpikir yang terangkum dalam substansi RUU Penanaman Modal hanya akan menjadikan perekonomian Indonesia semakin liberal dan tidak berdampak bagi
pemenuhan hak konstitusi rakyat secara penuh dan konsekuen.

“Konsekuensinya adalah RUU Penanaman Modal hanya akan semakin membuka perekonomian nasional kepada modal asing tanpa mempertimbangkan kepentingan nasional dan strategi industrialisasi di dalam negeri,” tandasnya. Kedua, persoalan mendasar dalam pengaturan investasi dalam pasal-pasal RUU PM tidak mencerminkan kepentingan nasional di dalamnya. Antara lain RUU tidak secara jelas mengatur tentang kepemilikan asing hingga 100 persen (pasal 1), tidak ada perbedaan perlakuan antara modal asing dan domestik, semua bidang usaha terbuka, kecuali yang dinyatakan tertutup atau terbuka dengan persyaratan. RM


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: